Sabtu, 09 Oktober 2010

Perencanaan Tata Letak Pabrik

Tata Letak Proses (Process Layout) Tata letak berdasarkan proses, sering dikenal dengan process atau functional layout, adalah metode pengaturan dan penempatan stasiun kerja berdasarkan kesamaan tipe atau fungsinya. Mesin-mesin yang digunakan tata letak proses berfungsi umum (general purpose). Tata letak proses umumnya digunakan untuk industri manufaktur yang bekerja dengan volume produksi yang relatif kecil dan jenis produk yang tidak standar (Wignjosoebroto, 2000). Keuntungan dari penggunaan tata letak proses yaitu:

Total investasi yang rendah untuk pembelian mesin dan peralatan produksi lainnya.
  1. Fleksibilitas tenaga kerja dan fasilitas produksi besar dan sanggup mengerjakan berbagai macam jenis dan model produk.
  2. Kemungkinan adanya aktivitas pengawasan yang lebih baik dan efisien melalui spesialisasi pekerjaan.
  3. Pengendalian dan pengawasan lebih mudah dan baik terutama untuk pekerjaan yang sukar dan butuh ketelitian tinggi.
  4. Mudah untuk mengatasi breakdown dari mesin, yaitu dengan cara memindahkan prosesnya ke mesin lain tanpa banyak menimbukan hambatan yang signifikan.

Keterbatasan dari tata letak proses antara lain:

  1. Ketidakefisienan dalam proses disebabkan oleh adanya backtracking.
  2. Adanya kesulitan dalam menyeimbangkan kerja dari setiap fasilitas produksi yang akan memerlukan penambahan ruang untuk work-in-process storage.
  3. Adanya kesulitan dalm perencanaan dan pengendalian produksi.
  4. Operator harus memiliki keahlian yang tinggi untuk menangani berbagai macam aktivitas produksi.
  5. Produkstivitas yang rendah disebabkan setiap pekerjaan yang berbeda, masing-masing memerlukan setup dan pelatihan operator yang berbeda.

Berikut akan diberikan gambar yang mengilustarsikan sebuah tata letak proses.


Gambar 1. Contoh tata letak proses (Wignjosoebroto, 2000)
http://www.ittelkom.ac.id/library/index.php?view=article&catid=25%3Aindustri&id=670%3Atataletak&option=com_content&Itemid=15

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar